Jumat, 15 Maret 2013

Nokia punya Handphone Lentur nih..!


Nokia Pamerkan Hape Lentur


Setelah merilis dua Windows Phone di acara konferensi tahunan Nokia World di London, yaitu Lumia 800 dan Lumia 710, Nokia pamerkan prototipe hape masa depan yang memiliki kelenturan, baik itu display atau body-nya, yang disebut sebagai “Nokia kinetic device”.
nokia kinetic device
Dengan menggunakan layar OLED, hape tersebut ketika dilenturkan maka bisa berfungsi seperti scroll dan slide di touchscreen. Bisa juga untuk zoom in atau zoom out gambar, yang kalau di Android atau iPad/iPhone seperti saat mencubit layar.

Sumber: http://www.shirogadget.web.id/nokia-pamerkan-hape-lentur/

Racun Lebah Bisa Membunuh HIV



Kabar Gembira, Racun Lebah Mampu Bunuh HIV

Racun Lebah Bunuh HIVIlustrasi cara racun lebah dan partikel nano membunuh HIV. Virus akan dilubangi dan "ditelanjangi".
WASHINGTON, KOMPAS.com — Ilmuwan dari Washington University di St Louis membuktikan bahwa racun lebah mampu menghancurkan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penelitian ini membuka peluang dan harapan baru pencegahan sekaligus penyembuhan HIV/AIDS.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Antiviral Therapy. Penelitian menguraikan betapa penggunaan racun lebah bernama melittin dan partikel nano sebagai pembawa ke dalam darah mampu membunuh virus yang jadi musuh besar manusia ini.

"Kami menyerang berdasarkan karakter fisik virus HIV. Secara teoretis, tak ada cara bagi virus untuk beradaptasi. Virus harus memiliki lapisan pelindung, dua membran yang melindungi virus," papar Joshua L Hood, ilmuwan yang terlibat dalam riset ini.

Melittin memiliki cara kerja khusus dalam menyerang HIV. "Melittin pada partikel nano berfusi dengan lapisan luar virus. Melittin membentuk pori kecil, menghancurkan lapisan pelindung, dan menelanjangi virus," kata Hood seperti dikutip Spectrum IEEE, Rabu (6/3/2013).

Melittin dan partikel nano ini bekerja spesifik pada HIV. Jadi, tidak merugikan sel tubuh manusia sendiri. Hood melengkapi partikel nano dengan protective bumpers, ruang pada permukaan partikel nano. Sel manusia takkan pas dengan protective bumpers ini.

Dengan penggunaan racun lebah dan partikel nano, HIV bisa dihilangkan dari tubuh manusia. Ini berbeda dengan perawatan anti-retroviral yang hanya mencegah reproduksi HIV. Dengan kata lain, racun lebah dan partikel nano membuat orang dengan HIV/AIDS bisa sembuh.

Ke depan, racun lebah diharapkan bisa digunakan sebagai salah satu komposisi gel vagina untuk mencegah infeksi HIV. Racun lebah juga bisa disuntikkan lewat pembuluh darah balik manusia, yang membuat orang dengan HIV/AIDS bisa sembuh total.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2013/03/11/16124238/Kabar.Gembira.Racun.Lebah.Mampu.Bunuh.HIV?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
.

Sepatu Buatan Google yang Bisa Berbicara


Ini Dia Sepatu Buatan Google yang Bisa Bicara

Impresif. Sepatu ini memotivasi penggunanya untuk terus bergerak.

ddd
Sepatu Google

VIVAnews - Sejenak lupakan Google Glass dulu. Baru-baru ini, Google meluncurkan sebuah proyek terbaru lainnya yang tidak kalah seru, yaitu sepatu berteknologi canggih yang dapat berbicara dengan pemiliknya.

Namun, sayangnya, sepatu pintar buatan raksasa mesin pencari Internet ini tidak untuk dilepas ke publik. Proyek sepatu yang dapat berbicara ini adalah proyek Art, Copy, & Code, yang merupakan bagian dari divisi Google Playground.

"Sepatu pintar ini merupakan sebuah eksperimen tentang bagaimana Anda menggunakan benda-benda untuk terhubung dengan sebuah website," kata Aman Govil, Ketua Tim Seni Iklan Google, dilansir ABC News, 11 Maret 2013.

Awalnya, Govil dan timnya mengambil beberapa sepatu Adidas dan menghubungkannya dengan sebuah komputer kecil. Di dalam sepatu sudah dipasangkan sensor akselerometer seperti pada ponsel pintar, lalu sensor tekanan, giroskop, speaker, dan Bluetooth untuk menghubungkannya ke komputer dan Internet.

Cara kerjanya sederhana. Sepatu ini memberitahu apa yang Anda lakukan dan merespons gerakan pemakainya, terutama pada saat berolahraga.

Misalnya, Anda duduk selama satu jam, maka sepatu ini akan berteriak melalui speaker untuk memotivasi Anda agar segera berlari kembali. Selain itu, sepatu ini bisa memberikan Anda arah jalan yang benar saat menggunakan Google Maps.

Meskipun memiliki potensi besar, Govil belum memikirkan proyek ini untuk dijadikan bisnis. "Kami tidak masuk ke dalam bisnis sepatu. Kami hanya melakukan eksperimen," katanya.

Rencananya, proyek sepatu pintar ini akan dipamerkan pada acara pameran konvergensi di bidang musik, film, dan teknologi, The South by Southwest (SXSW) yang berlangsung di Austin, Texas, Amerika Serikat, 8-17 Maret 2013.
Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/397005-ini-dia-sepatu-buatan-google-yang-bisa-bicara

Cara Membaca dan Membuat Barcode


Cara Membaca dan Membuat Barcode

Kalau kita sering berbelanja di supermarket atau swalayan, biasanya barang-barang di sana sudah ditempeli dengan kode batang atau barcode di bungkusnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan. Di samping itu barcode juga banyak digunakan di bidang lain sebagai ID unik untuk memudahkan pengindentifikasian.

Sebenarnya kita juga bisa membuat barcode sendiri entah untuk mengkodekan nama kita, blog, atau lainnya. Caranya:
Pertama, kunjungi Web Online Barcode Generator
Kedua, masukan kata atau kalimat yang ingin diubah ke barcode dan kemudian save gambar dalam format jpeg atau png.http://fadhlnews.wordpress.com/2010/09/19/cara-membaca-dan-membuat-barcode/ & http://forum.cashregister.co.id/index.php?topic=124.0
Ketiga, print gambar tersebut dan tempelkan di buku atau pasang di blog.
Cara Membaca Barcode
1. Barcode terdiri dari garis hitam dan putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode.
2. Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis = “1”, yang sedang = “2”, yang lebih tebal = “3”, dan yang paling tebal = “4”.
3. Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka. 0 = 3211; 1 = 2221; 2 = 2122; 3 = 1411; 4 = 1132; 5 = 1231; 6 = 1114; 7 = 1312; 8 = 1213; 9 = 3112.
Standar barcode retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number) – 13. EAN-13 standar terdiri dari:
1. Kode negara atau kode sistem: 2 digit pertama barcode menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar.
2. Manufacturer Code: Ini adalah 5 digit kode yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN.
3. Product Code: 5 digit setelah manufacturer code. Nomor ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu produk yang spesifik.
4. Check Digit atau Checksum: Digit terakhir dari barcode, digunakan untuk verifikasi bahwa barcode telah dipindai dengan benar.
Cara Praktis Membaca Barcode
Ternyata ada cara praktis untuk menerjemahkan barcode, Anda bisa menggunakanbarcode decoder dari zxing. Cukup upload gambar barcode yang telah Anda buat tadi kesini dan Anda bisa langsung tahu arti dari barcode tersebut.
Kode Negara Dalam Barcode
Negara asal sebuah produk bisa dengan mudah kita kenali dari barcode-nya. Misalnya, barcode dengan awalan 690, 691 atau 692 adalah made in China. Sedangkan barcode dengan awalan 899 adalah made in Indonesia. 
Barcode atau kode baris yang muncul pada barang yang diproduksi mengikuti aturan internasional yang ditetapkan.  Kita mengenal EAN (European Article Number) yang memberikan informasi sistem pengkodean.  Barcode aturan yang ditetapkan terdiri dari 13 digit, yaitu kode negara, kode perusahaan, kode produk, dan cek digit.  Indonesia memiliki kode awal 899.  Artinya barang buatan Indonesia atau diproduksi di Indonesia akan diawali dengan kode ini.  Kode ini dipakai untuk kepentingan perdagangan internasional.

Berikut ini daftar kode barcode negara :

 

No    Kode        Negara
1    00-13        USA & Canada
2    20-29        In Store Functions
3    30-37        France
4    40-44        German
5    45 dan 49    Japan
6    46        Russia
7    471        Taiwan
8    474        Estonia
9    475        Latvia
10    477        Lithuania
11    479        Sri Lanka
12    480        Philipina
13    482        Ukraine
14    484        Moldova
15    489        Hong Kong
16    50        UK - United Kingdom 
17    520        Cyprus
18    531        Macedonia
19    535        Malta
20    539        Ireland
21    54        Belgium & Luxemburg
22    560        Portugal
23    569        Icelandia
24    57        Denmark
25    590        Polandia
26    594        Romania
27    599        Hungaria
28    600 & 601    South Africa
29    609        Mauritius
30    611        Marrocco
31    613        Algeria
32    619        Tunisia
33    622        Egypt
34    625        Jordania
35    626        Iran
36    64        Finland
37    690-692        China
38    70        Norway
39    729        Israel
40    73        Sweden
41    740        Guatemala
42    741        El Salvador
43    742        Honduras
44    743        Nicaragua
45    744        Costa Rica
46    746        Dominican Republic
47    750        Mexico
48    759        Venezuela
49    76        Switzerland
50    770        Colombia
51    773        Uruguay
52    775 & 785    Peru
53    777        Bolivia
54    779        Argentina
55    780        Chile
56    784        Paraguay
57    786        Ecuador
58    789        Brazil
59    80-83        Italy
60    84        Spian
61    850        Cuba
62    858        Slovakia
63    869        Czech Republic
64    860        Yugoslavia
65    869        Terkey
66    87        Netherland
67    880        South Korea
68    885        Thailand
69    888        Singapore
70    890        India
71    893        Vietnam
72    899        Indonesia
73    90 & 91        Austria
74    93        Australia
75    94        New Zealand
76    955        Malaysia
77    977        International Standart Serial Number for Periodicals (ISSN)
78    978        International Standart Book Numbering (ISBN)
79    979        International Standart Music Number (ISMN)
80    980        Refund Receipts
81    981 & 982    Common Currency Coupons
82    99        Coupons
Semoga bermanfaat.

Sumber: http://fadhlnews.wordpress.com/2010/09/19/cara-membaca-dan-membuat-barcode/
http://forum.cashregister.co.id/index.php?topic=124.0

Cara Pembuatan Processor. check this out!!

Pasir, seperempat bagiannya terbentuk dari silikon, yakni unsur kimia yang paling berlimpah di muka bumi ini setelah oksigen. Pasir (terutama quartz), mempunyai persentase silikon yang tinggi di dalam bentuk Silicon Dioxide (SiO2) dan pasir merupakan bahan pokok untuk memproduksi semiconductor.


Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materiil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas ‘semiconductor manufacturing quality’, atau biasa disebut ‘electronic grade silicon’. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana ‘electronic grade silicon’ hanya boleh memiliki satu ‘alien atom’ di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana kristal yang berukuran besar muncul dari silikon yang dileburkan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut ‘Ingot’.


Kristal tunggal ‘Ingot’ ini terbentuk dari ‘electronic grade silicon’. Besar satu buah ‘Ingot’ kira-kira 100 Kilogram atau 220 pounds, dan memiliki tingkat kemurnian silikon hingga 99,9999 persen.


Setelah itu, ‘Ingot’ memasuki tahap pengirisan. ‘Ingot’ di iris tipis hingga menghasilkan ‘silicon discs’, yang disebut dengan ‘Wafers’. Beberapa ‘Ingot’ dapat berdiri hingga 5 kaki. ‘Ingot’ juga memiliki ukuran diameter yang berbeda tergantung seberapa besar ukuran ‘Wafers’ yang diperlukan. CPU jaman sekarang biasanya membutuhkan ‘Wafers’ dengan ukuran 300 mm.


Setelah diiris, ‘Wafers’ dipoles hingga benar-benar mulus sempurna, permukaannya menjadi seperti cermin yang sangat-sangat halus. Kenyataannya, Intel tidak memproduksi sendiri ‘Ingots’ dan ‘Wafers’, melainkan Intel membelinya dari perusahaan ‘third-party’. Processor Intel dengan teknologi 45nm, menggunakan ‘Wafers’ dengan ukuran 300mm (12 inch), sedangkan saat pertama kali Intel membuat Chip, Intel menggunakan ‘Wafers’ dengan ukuran 50mm (2 inch).


Cairan biru seperti yang terlihat pada gambar di atas, adalah ‘Photo Resist’ seperti yang digunakan pada ‘Film’ pada fotografi. ‘Wafers’ diputar dalam tahap ini supaya lapisannya dapat merata halus dan tipis.


Di dalam fase ini, ‘Photo Resist’ disinari cahaya ‘Ultra Violet’. Reaksi kimia yang terjadi dalam proses ini mirip dengan ‘Film’ kamera yang terjadi pada saat kita menekan shutter (Jepret!).
Daerah paling kuat atau tahan di ‘Wafer’ menjadi fleksibel dan rapuh akibat efek dari sinar ‘Ultra Violet’. Pencahayaan menjadi berhasil dengan menggunakan pelindung yang berfungsi seperti stensil. Saat disinari sinar ‘Ultra Violet’, lapisan pelindung membuat pola sirkuit. Di dalam pembuatan Processor, sangat penting dan utama untuk mengulangi proses ini berulang-ulang hingga lapisan-lapisannya berada di atas lapisan bawahnya, begitu seterusnya.
Lensa di tengah berfungsi untuk mengecilkan cahaya menjadi sebuah fokus yang berukuran kecil.

Dari gambar di atas, kita dapat gambaran bagaimana jika satu buah ‘Transistor’ kita lihat dengan mata telanjang. Transistor berfungsi seperti saklar, mengendalikan aliran arus listrik di dalam ‘Chip’ komputer. Peneliti Intel telah mengembangkan transistor menjadi sangat kecil sehingga sekitar 30 juta ‘Transistor’ dapat menancap di ujung ‘Pin’.


Setelah disinari sinar ‘Ultra Violet’, bidang ‘Photo Resist’ benar-benar hancur lebur. Gambar di atas menampakan pola ‘Photo Resist’ yang tercipta dari lapisan pelindung. Pola ini merupakan awal dari ‘transistors’, ‘interconnects’, dan hal yang berhubungan dengan listrik berawal dari sini.


Meskipun bidangnya hancur, lapisan ‘Photo Resist’ masih melindungi materiil ‘Wafer’ sehingga tidak akan tersketsa. Bagian yang tidak terlindungi akan disketsa dengan bahan kimia.


Setelah tersketsa, lapisan ‘Photo Resist’ diangkat dan bentuk yang diinginkan menjadi tampak.


‘Photo Resist’ kembali digunakan dan disinari dengan sinar ‘Ultra Violet’. ‘Photo Resist’ yang tersinari kemudian dicuci dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, proses pencucian ini dinamakan ‘Ion Doping’, proses dimana partikel ion ditabrakan ke ‘Wafer’, sehingga sifat kimia silikon dirubah, agar CPU dapat mengkontrol arus listrik.


Melalui proses yang dinamakan ‘Ion Implantation’ (bagian dari proses Ion Doping) daerah silikon pada ‘Wafers’ ditembak oleh ion. Ion ditanamkan di silikon supaya merubah daya antar silikon dengan listrik. Ion didorong ke permukaan ‘Wafer’ dengan kecepatan tinggi. Medan listrik melajukan ion dengan kecepatan lebih dari 300,000 Km/jam (sekitar 185,000 mph)


Setelah ion ditanamkan, ‘Photo Resist’ diangkat, dan materiil yang bewarna hijau pada gambar sekarang sudah tertanam ‘Alien Atoms’


Transistor ini sudah hampir selesai. Tiga lubang telah tersketsa di lapisan isolasi (warna ungu kemerahan) yang berada di atas transistor. Tiga lubang ini akan diisi dengan tembaga, yang berfungsi untuk menghubungkan transistor ini dengan transistor lain.


‘Wafers’ memasuki tahap ‘copper sulphate solution’ pada tingkat ini. Ion tembaga disimpan ke dalam transistor melalui proses yang dinamakan ‘Electroplating’. Ion tembaga berjalan dari terminal positif (anode) menuju terminal negatif (cathode).


Ion tembaga telah menjadi lapisan tipis di permukaan ‘Wafers’.


Materiil yang kelebihan dihaluskan, meninggalkan lapisan tembaga yang sangat tipis.


Nah udah mulai ribet. Banyak lapisan logam dibuat untuk saling menghubungkan bermacam-macam transistors. Bagaimana rangkaian hubungan ini disambungkan, itu ditentukan oleh teknik arsitektur dan desain tim yang mengembangkan kemampuan masing-masing processor. Dimana chip komputer terlihat sangat datar, sebenarnya memiliki lebih dari 20 lapisan untuk membuat sirkuit yang kompleks. Jika kamu melihat dengan kaca pembesar, kamu akan melihat jaringan bentuk sirkuit yang rumit, dan transistors yang terlihat futuristik, ‘Multi-Layered Highway System’.


Ini hanya contoh super kecil dari ‘Wafer’ yang akan melalui tahap test kemampuan pertama. Di tahapan ini, sebuah pola test dikirimkan ke tiap-tiap chip, lalu respon dari chip akan dimonitor dan dibandingkan dengan ‘The Right Answer’.


Setelah hasil test menunjukan bahwa ‘Wafer’ lulus, ‘Wafer’ dipotong menjadi sebuah bagian yang disebut ‘Dies’. Coba juragan lihat, proses yang bener-bener ribet tadi ternyata hasilnya kecil doank. Pada gambar paling kiri itu ada 6 kelompok ‘Wafer’, pada gambar kanannya udah berapa ‘Wafer’ tuh !?!?


‘Dies’ yang lulus test, akan diikutkan ke tahap selanjutnya yaitu ‘Packaging’. ‘Dies’ yang tidak lulus, dibuang dengan percumanya T_T. Ada hal yang lucu beberapa tahun lalu, Intel membuat kunci dari ‘Dies’ yang tidak lulus ini ^^. Ada EBAYnya lho, ayo juragan yang tertarik beli, soalnya tinggal 4..


Ini adalah gambar satu ‘Die’, yang tadinya dipotong pada proses sebelumnya. ‘Die’ pada gambar ini adalah ‘Die’ dari Intel Core i7 Processor.


Lapisan bawah, ‘Die’, dan ‘Heatspreader’ dipasang bersama untuk membentuk ‘Processor’. Lapisan hijau yang bawah, digunakan untuk membentuk listrik dan ‘Mechanical Interface’ untuk Processor supaya dapat berinteraksi dengan sistem PC. ‘Heatspreader’ adalah ‘Thermal Interface’ dimana solusi pendinginan diterapkan, sehingga Processor dapat tetap dingin dalam beroperasi.


‘Microprocessor’ adalah produk terkompleks di dunia ini. Faktanya, untuk membuatnya memerlukan ratusan tahap dan yang kita uraikan sebelumnya hanyalah yang penting saja.


Selama tes terakhir untuk Processor, Processor di tes karakteristiknya, seperti penggunaan daya dan frekwensi maksimumnya.


Berdasarkan hasil test sebelumnya, Processor dikelompokan dengan Processor yang memiliki kemampuan sama. Proses ini dinamakan dengan ‘Binning’, ‘Binning’ ditentukan dari frekwensi maksimum Processor, kemudian tumpukan Processor dibagi dan dijual sesuai dengan spesifikasi stabilnya.


Prosessor yang sudah dikemas dan dites, pergi menuju pabrik (misalnya dipake Toshiba buat laptopnya) atau dijual eceran (misalnya di toko komputer)

Jumat, 22 Februari 2013

Multikulturalisme

Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Pengertian multikulturalisme menurut beberapa ahli

  • “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007).
  • Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).
  • Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174).
  • Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000).
  • Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar).
Jenis Multikulturalisme == Berbagai== macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
  1. Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
  2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
  3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
  4. Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
  5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Sumber   :
http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme

Selasa, 12 Februari 2013

Keberagaman Budaya Betawi



Wednesday, January 16, 2013

Kampung Betawi, Kampung Penuh Kebudayaan di Tengah Keramaian Kota Metropolitan




Jakarta adalah ibukota Indonesia, karna faktor ini menyebabkan banyak sekali ragam kebudayaan dari seluruh penjuru Indonesia di kota ini. Keragaman budaya memang sudah menjadi hal yang khas di Indonesia, mulai dari perbedaan suku,budaya,agama,etnis ada di negeri ini. Jakarta sebagai ibukota juga memiliki kebudayaan sendiri yaitu Betawi. Betawi adalah suku asli di Jakarta yang muncul karena adanya hasil perkawinan budaya luar dengan penduduk asli yang dahulu disebut Batavia.
Masyarakat Betawi sudah ada sejak lama, sejak masyrakat Melayu yang kala itu belum diketahui dari etnis mana. Yang pada saat itu banyak orang dari luar Indonesia seperti, Belanda, Cina, Portugis, Arab dan kerajaan-kerajaan yang sudah ada di Indonesia, yang menyebabkan terjadinya hal yang tidak bisa di hindari atau disebut dengan Akulturasi.

            Akulturasi sendiri memiliki pengertian yaitu, Proses Sosial yang timbul saat suatu kelompok dihadapkan dengan suatu kebudayaan asing yang lama kelamaan dapat diterima oleh kebudayaannya sendiri tanpa kehilangan unsur budaya kelompok itu sendiri.
Nah ! perpaduan dari banyaknya budaya itu memungkinkan untuk terjadinya adopsi budaya yang menjadi bagian dalam budaya masyarakat Betawi.

Baju adat Betawi

            Seperti contoh baju yang dikenakan diatas, selaku pengurus Kampung Betawi yang terletak di Setu Babakan. Baju yang beliau pakai adalah baju keseharian Betawi, memakai peci, sarung yang dipakai di leher dan baju khas budaya Betawi. Baju ini sendiri juga tercipta karna adanya pengaruh dari budaya Arab dan Melayu.

Apa sih Kampung Betawi itu?
            Saya melakukan perjalanan ke Kampung Betawi pada tanggal 23 Desember 2012, Kampung Betawi terletak di  Setu Babakan di Jalan Raya Moh. Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Cukup sulit untuk menemukan letak Kampung Betawi ini karena memang sebelumnya saya sama sekali tidak tau arah menuju tempat itu.
Pintu Masuk, Gerbang si Pitung di Setu Babakan
            Nah! Disinilah tempat yang ditetapkan oleh pemerintah Jakarta sebagai salah satu daerah/tempat pengembangan serta pelestarian budaya Betawi. Penduduk di Perkampungan Budaya Betawi sangat ramah dan murah senyum, saat saya pertama kali melintasi gerbang ini, saya sedikit bingung karena saya tidak tau dimana letak Kampung Betawi yang banyak dibicarakan orang. Setelah tidak berapa lama saya mencoba menerka jalan akhirnya sampai lah saya di Danau Setu Babakan yang ternyata menjadi salah satu penarik wisatawan di sekitar Jakarta sampai luar Jakarta.
Danau ini menjadi icon masyarakat di sekitar sini, banyak sekali orang-orang yang sedang menikmati keindahan danau ini. Ada yang sedang berkumpul bersama teman-teman mereka, ada yang sedang berlibur bersama keluarga mereka dan pastinya juga ada yang sedang asik berpacaran di pinggir danau ini. Danau ini menjadi icon masyarakat sekitar Setu Babakan, ternyata arti dari Setu itu berarti danau dalam bahasa Betawi.  
Pemandangan Danau di Setu Babakan, Kampung Betawi

Yuk kita intip jajanan khas Betawi !
Rasanya kurang mantap jika kita membahas budaya Kampung Betawi tanpa mencicipi masakan khas Betawi yang namanya sudah sangat besar di kalangan masyarakat sekitar Jakarta bahkan di Indonesia.
Kampung Betawi menyajikan beragam masakan atau jajanan khas Betawi, yang mendapatkan perhatian saya ketika saya menelusuri sekitar danau adalah “Kerak Telor”. Begitu banyak orang mengetahui atau mengenal Kerak Telor, tetapi saya sendiri belum pernah mencicipi makanan ini. Karena memang makanan ini biasa disajikan pada saat Pekan Raya Jakarta dengan harga yang lumayan mahal dari harga sebenarnya.
Berhubung saya berada di Kampung Betawi, harganya masih terbilang masuk akal yaitu Rp.10.000,- per porsi untuk yang menggunakan telor ayam dan untuk telor bebek dikenakan harga Rp.12.000,- per porsi.
Pedagang Kerak Telor

            Rasa penasaran saya untuk ingin tau lebih dalam tentang apa itu Betawi membuat saya memilih untuk bertanya-tanya sedikit kepada penjual Kerak Telor di Kampung Betawi.
            Kerak telor adalah makanan khas kebudayaan dari Betawi, dengan menggunakan bahan-bahan yaitu  ketan putih, telur ayam/telur bebek, udang yang sudah dihaluskan atau disebut “ebi” yang digoreng kering ditambah bawang goreng, kemudian diberi bumbu yang dikenal dengan serundeng dan dicampur dengan cabai merah, jahe, kencur, merica, gula pasir dan garam.
                                               

            Kerak Telor sendiri memiliki tekstur yang agak kasar dan kering karena pembuatan Kerak telor tidak menggunakan minyak apapun sehingga membuat telur dan ketan putih sedikit gosong (berkerak), itu lah mengapa makanan ini disebut kerak telor.

            Sehabis puas menikmati masakan khas Betawi yaitu kerak telor, saya mulai bertanya-tanya mengenai Betawi kepada penjual kerak telor ini.

            Ternyata Betawi itu memiliki keunikan sendiri di setiap daerah, mulai dari gaya berbicara atau secara Verbal. Perbedaan itu terletak pada penekanan kata dalam melakukan percakapan. Misalnya cara berbicara orang Betawi yang biasa kita lihat di Televisi yang menggunakan kata “iye” “Kenape?”. Logat berbicara seperti itu merupakan logat khas masyarakat Betawi di daerah sekitar Mampang, Buncit, Pejaten dan sedangkan di Setu Babakan sendiri tidak menggunakan logat seperti itu melainkan logat biasa seperti “iya” “kenapa?” “apa?” dan lain sebagainya.
            Selain bertanya kepada penjual Kerak Telor, saya juga sedikit berbicara dengan penjual minuman yang duduk di belakang abang penjual Kerak Telor ini. Mereka berdua sangat terlihat akrab dan mungkin sudah kenal sejak lama. Menurut perkataan mereka, di Kampung Betawi, Setu Babakan ini setiap minggu diadakan acara budaya Betawi. Mulai dari seni tarian sampai ke seni beladiri asal Betawi yaitu Pencak Silat.
 “Waw! Menarik juga Kampung Betawi”  itulah hal yang terlintas di kepala saya ketika mendengar bahwa ada banyak sekali kegiatan-kegiatan di Kampung Betawi, sungguh hal yang sangat membanggakan melihat budaya Indonesia di lestarikan terus menerus bahkan sampai turun temurun.

Penjual minuman di Kampung Betawi
            Rasanya kurang nikmat jikalau sudah menikmati masakan khas Betawi tetapi tidak mencicipi minuman khas Betawi. Kebetulan sekali pedagang minuman ini menjual minuman khas Betawi yaitu “Bir Pletok”. Pertama kali mendengar saya langsung berpikiran bahwa bir pletok ini pasti menggunakan alkohol sebagai bahan pembuatannya, tanpa pikir panjang saya dan teman-teman yang ikut mengobservasi memesan bir pletok.
Bir Pletok : minuman khas Betawi
            Lagi-lagi saya di kejutkan, bir pletok yang saya pikir adalah minuman keras ternyata sama sekali tidak menggunakan alkohol, rasa bir pletok ini ternyata mirip dengan minuman jahe, memang bahan dasar yang digunakan adalah jahe sehingga menciptakan rasa hangat bagi tubuh. Bir Pletok ini biasa di konsumsi oleh masyarakat Betawi pada malam hari untuk menjaga kehangatan di dalam tubuh. Selain menghangatkan tubuh, bir Pletok juga memiliki khasiat lain yaitu memperlacar peredaran darah dalam tubuh. Bir Pletok ini bisa di dapatkan dengan harga Rp.9.000,- per botol.
            Setelah menikmati makanan dan minuman khas Betawi, saya kembali mencari tau sejarah tentang Kampung Betawi ini, saat saya mulai mencari ternyata ada sekumpulan anak-anak yang berdiri di panggung mengenakan selendang khas betawi dan di kiri kanan panggung terdapat boneka Ondel-ondel. Rupanya mereka sedang melakukan latihan untuk hari minggu, karena seperti yang sudah dikatakan oleh pedagang kerak telor dan minuman tadi bahwa memang setiap hari minggu diadakan acara-acara adat seperti Tarian, Beladiri, adu pantun dan lain-lain.
                                  
Anak-anak sedang latihan menari
            Selain tertarik melihat mereka menari, saya juga tertarik melihat patung ondel-ondel yang berada di pinggir panggung tersebut. Ondel-ondel adalah boneka yang mengingatkan akan nenek moyang/leluhur yang senantiasa menjaga anak cucunya dan desa. Dahulu masyarakat Betawi menggunakan ondel-ondel sebagai penolak bala atau untuk mengusir roh halus yang mengganggu kenyamanan penduduk.

            Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kini ondel-ondel lebih banyak digunakan untuk mengisi acara-acara khusus seperti, penyambutan tamu, peresmian tempat hunian atau pesta rakyat.

                                                           

                                                         Ondel-ondel di Kampung Betawi

            Ondel-ondel memiliki ukuran yang cukup besar, tingginya bisa mencapai 2,5 meter, pembuatan ondel-ondel cukup sulit karena boneka ini terbuat dari dari anyaman
bambu yang di design sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipikul dari dalam. Bagian pada wajah ondel-ondel adalah topeng, dan di kepalanya terdapat rambut yang dibuat dari ijuk.
            Seperti yang bisa kita lihat, boneka ondel-ondel ini membelakangi penonton. Hal ini merupakan sebuah isyarat bahwa pertunjukan yang sesungguhnya belum di mulai, jika pertunjukan sudah dimulai maka ondel-ondel ini akan menghadap ke penonton.

            Boneka ondel-ondel ini di letakan di tempat anak-anak latihan menari, tari Ronggeng Betawi, Tarian ini adalah tari Japin/Zapin. Tarian ini menyerap budaya arab dan pakaian yang biasa digunakan pada saat acara adalah baju yang menyerap kebudayaan Cina.
            Sehabis melihat-lihat tarian khas budaya Betawi, saya bertemu dengan pengurus panggung dan salah satu figur yang menjadi panutan di Kampung Kebudayaan Betawi ini. Beliau biasa di panggil Bang Indra.

              Bang Indra menjelaskan banyak hal kepada saya tentang kebudayaan Betawi yang lebih mendalam. Beliau mengatakan bahwa budaya Betawi sangat mendalami unsur Simbolis dalam budayanya. Bang Indra adalah penduduk asli Betawi dan beliau telah menjaga dan ikut campur tangan dalam pelestarian budaya betawi di Kampung Betawi di Setu Babakan ini sejak dulu, meskipun Jakarta adalah kota yang serba cepat dalam hal perkembangan atau modernisasi tetapi Bang Indra selalu mengingatkan saya supaya jangan pernah sekali-sekali meninggalkan budaya asli kita, karena ketika kita melupakan atau meninggalkan budaya kita saat itu juga kita telah mengkhianati bangsa kita.

Prosesi Adat Betawi…
Prosesi adat di dalam kebudayaan Betawi, seperti pernikahan yang menyimbolkan bahwa budaya Betawi tidak datang dengan tiba-tiba melainkan melalui prosesi fisik maupun non-fisik.

          Tahap prosesi yang di terapkan dalam budaya sperti pernikahan, adat Betawi adalah melalui beladiri yaitu Silat, sebagai beladiri asli dari Betawi. Silat melambangkan bahwa sang pengantin pria siap melindungi calon istri, keluarga serta keluarga besarnya.
Setelah proses itu dilalui maka aka nada prosesi “pembacaan surat” atau “zikir” yang berhubungan dengan unsur keagamaan. Dan kemudian dengan acara makan kue, kue dalam Betawi sendiri memiliki unsur simbolik, salah satu kue yang di sajikan adalah Roti Buaya. Roti buaya melambangkan kesetiaan, kerjasama, dan kesabaran. Lalu dari pakaian pernikahan sendiri juga melambangkan bahwa seorang pasangan harus mampu untuk menghidupi keluarganya.
Hal-hal itu tidak terlepas dari budaya simbolik yang dipakai dalam masyarakat Betawi.

Pelestarian Budaya Betawi
Kampung Betawi menjadi wadah pelestarian budaya Betawi, tempat ini lah yang membuat masyarakat Betawi untuk terus menerus mempertahankan serta mengembangkan budaya asli Jakarta ini. Tentu, segala suatu harus ada campur tangan dari pemerintah provinsi DKI dalam proses pelestariannya. Kampung Betawi sendiri di dirikan sebagai salah satu wujud dari kepedulian masyarakat betawi untuk melestarikan budaya mereka.
            Pelestarian budaya betawi tidak berhenti pada itu saja, dengan adanya media-media sanggar sebagai sarana, pelestarian melalui pendidikan yaitu muatan local yang menyarankan untuk memasukan unsur kebudayaan dari kota Jakarta sendiri yaitu budaya betawi.

Tantangan pada masa Modernisasi
Adanya kemajuan dalam bidang teknologi, informasi, edukasi merubah cara berpikir masyarakat menjadi lebih maju dan hal ini juga membuat masyarakat lupa akan budaya dan meninggalkan budaya mereka sendiri.
          “Kita boleh berpikir global, tapi jangan lupa, kita harus berbudaya lokal” Perkataan Bang Indra ini menyentuh dan menyadarkan saya untuk jangan pernah melupakan budaya karena itu merupakan jati diri dari bangsa Indonesia.
            Kampung Betawi menyimpan banyak sekali kebudayaan betawi berupa kesenian-kesenian yang semakin memudar di tengah kehidupan di Jakarta, tantangan dalam melestarikan budaya betawi memang cukup berat. Karena, Jakarta di huni oleh banyak sekali masyarakat yang berlatar belakang budaya yang berbeda, maupun dari dalam negeri maupun dari mancanegara.
            Pada saat saya berada disana, saya di jelaskan oleh orang-orang disana bahwa kebudayaan betawi akan terus ada selama terus ada orang yang mau melestarikan budaya Betawi dan terjalin hubungan baik.
            Seperti yang diungkapkan oleh Bennet dalam Teori Lintas Budaya, Budaya adalah kebiasaan dan ritual yang mengatur dan menentukan hubungan sosial manusia berdasarkan kehidupannya sehari-hari. Teori ini memiliki arti bahwa budaya ada dimana-mana dan budaya itu sendiri adalah sesuatu yang kita lakukan.

             Penyerapan budaya Betawi bagi masyarakat Jakarta sudah sangat mengental, mulai dari gaya bahasa yang khas a-la orang betawi sampai cara berpakaian dan melakukan sesuatu. Bisa kita lihat kalau gaya bahasa betawi menjadi bagian hidup masyarakat. Contoh gaya bahasa : lu, gue, buset, yailah,dll. Budaya betawi merupakan budaya yang sangat unik, Budaya betawi berawal dari menyerap budaya-budaya lain dan membentuk suatu baru, budaya Betawi.
            Dari perjalanan saya menuju kampung Betawi ini membuka mata saya bahwa sesungguhnya budaya Betawi tidak seperti yang dipikirkan oleh banyak orang. Pemikiran bahwa orang Betawi itu kasar, asal bicara, terlalu santai, dan lain-lain, terpatahkan oleh pengalaman saya meng-observasi kampung Betawi.
                                             
            Anak-anak, remaja dan kaum anak muda adalah penerus dari kebudayaan yang sudah mendarah daging pada setiap daerah di remaja. Seperti yang Bang Indra bilang, bahwa selama ada apresiasi dari masyarakat Betawi, penduduk sekitar, dan seluruh masyarakat Betawi dan semangat para generasi muda untuk mencintai dan lebih dalam mempelajari budayanya, budaya itu sendiri akan terus ada. Kampung Betawi menjadi contoh yang sangat cocok, tempat ini menjadi ajang apresiasi, pembelajaran, pengembangan, pelestarian, dan rumah bagi budaya Betawi di tengah keramaian ibukota Jakarta.